Indramayu – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 45, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, resmi meluncurkan program penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen pembimbing dan mahasiswa pada Rabu, 03 April 2026. Penelitian yang berfokus pada teknologi pertanian berkelanjutan dan agroindustri berbasis teknologi informasi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Indramayu.
Peluncuran program penelitian ini menjadi momentum penting bagi SMK Nahdlatul Ulama dalam menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan inovasi dan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Program ini menggabungkan keahlian dari berbagai program studi yang ada di institusi, mencakup Agribisnis, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Komputer dan Informatika, menciptakan sinergi multidisiplin yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan pertanian modern.
Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Indramayu, sebagai salah satu kabupaten dengan sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi lokal, menghadapi berbagai tantangan signifikan di era digital ini. Tingkat produktivitas padi, jagung, dan komoditas pertanian lainnya masih tergolong moderat, sementara petani lokal mengalami kesulitan akses teknologi modern dan sistem informasi pasar yang terintegrasi. Kondisi ini menjadi pemicu utama bagi SMK Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan solusi inovatif melalui kegiatan penelitian yang melibatkan langsung mahasiswa.
“Kami melihat peluang besar untuk mengintegrasikan pendidikan kejuruan dengan riset praktis yang mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Indramayu memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, namun masih membutuhkan transformasi teknologi yang tepat sasaran,” ujar Drs. H. Miftachul Munir, M.M., Kepala Sekolah SMK Nahdlatul Ulama Indramayu, pada acara peluncuran program penelitian di Aula Utama Kampus.
Program penelitian ini secara resmi diberi nama “Smart Agriculture Initiative 2026” atau disingkat SAI 2026. Inisiatif ini mencakup tiga proyek penelitian utama yang akan dikerjakan oleh tim yang terdiri dari 12 dosen pembimbing dan 45 mahasiswa dari berbagai tingkat dan jurusan.
Tiga Proyek Penelitian Utama
Proyek pertama, yang berjudul “Sistem Aplikasi Mobile untuk Manajemen Lahan Pertanian Berbasis IoT dan Analitik Data”, dipimpin oleh Ir. Siti Nurhaliza, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Komputer dan Informatika. Proyek ini bertujuan mengembangkan aplikasi mobile yang memungkinkan petani memantau kondisi lahan mereka secara real-time, termasuk kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan suhu, dengan menggunakan sensor Internet of Things (IoT) yang terjangkau.
“Kami sudah melakukan survei awal ke 15 kelompok tani di Kecamatan Indramayu dan Losarang. Mereka sangat antusias dengan konsep ini karena dapat membantu mereka mengoptimalkan penggunaan air irigasi dan pupuk,” jelas Ir. Siti Nurhaliza dalam kesempatan wawancara khusus dengan tim media kampus, Selasa 02 April 2026.
Proyek kedua, “Pengembangan Sistem Agroindustri Terintegrasi untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian Lokal”, dipimpin oleh Ir. Ahmad Suryanto, S.P., M.Si., dari Program Studi Agribisnis. Proyek ini fokus pada pendampingan mahasiswa dalam merancang sistem agroindustri yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen atau pedagang besar, dengan tujuan menghilangkan perantara yang merugikan petani kecil.
“Data kami menunjukkan bahwa petani padi di Indramayu hanya mendapatkan sekitar 40-50 persen dari harga jual akhir produk. Kami ingin merancang model bisnis yang lebih adil dan menguntungkan. Mahasiswa kami sudah melakukan riset pasar mendalam selama dua bulan terakhir,” terang Ir. Ahmad Suryanto.
Proyek ketiga, berjudul “Inovasi Teknologi Pasca-Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian untuk Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM Indramayu”, merupakan tanggung jawab Dra. Hj. Eka Wardani, M.Sc., dari Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Proyek ini melibatkan pengembangan metode pengolahan dan pengemasan produk pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami akan bekerja sama dengan UMKM makanan dan pertanian di Indramayu untuk menerapkan teknologi cold storage yang hemat energi dan sistem pengemasan biodegradable. Investasi untuk pilot project ini sudah dialokasikan dari dana riset kampus,” kata Dra. Hj. Eka Wardani.
Metodologi dan Implementasi
Ketiga proyek penelitian ini dirancang dengan pendekatan action research atau penelitian tindakan, yang berarti mahasiswa tidak hanya mengembangkan konsep, tetapi langsung mengimplementasikan dan mengevaluasi hasilnya bersama masyarakat. Setiap proyek memiliki timeline yang jelas, dimulai dari fase persiapan dan sosialisasi selama bulan April-Mei 2026, fase pelaksanaan selama Juni-September 2026, dan fase evaluasi serta diseminasi hasil selama Oktober-November 2026.
Dukungan institusi sangat terlihat dari alokasi anggaran yang signifikan. SMK Nahdlatul Ulama telah mengalokasikan total Rp 875 juta dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan dana kas sekolah untuk mendukung ketiga proyek ini. Dana tersebut digunakan untuk pembelian peralatan penelitian, sensor IoT, bahan untuk pilot project, honorarium dosen pembimbing tambahan, serta kegiatan publikasi dan diseminasi hasil penelitian.
“Investasi ini bukan hanya untuk penelitian, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar,” ungkap Drs. H. Miftachul Munir, menambahkan bahwa setiap proyek juga akan melibatkan kemitraan dengan institusi eksternal seperti Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, BAPPEDA, dan beberapa UMKM lokal.
Keterlibatan Mahasiswa dan Pengembangan Kompetensi
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek SAI 2026 adalah Riski Gunawan, mahasiswa kelas XII Program Studi Teknik Komputer dan Informatika. Riski menceritakan pengalamannya bergabung dengan tim proyek aplikasi mobile.
“Awalnya saya pikir penelitian itu hal yang abstrak dan jauh dari realitas. Tapi setelah ikut proyek ini, saya menyadari bahwa penelitian bisa menjadi sangat praktis dan langsung berdampak pada kehidupan orang banyak. Saya belajar tidak hanya tentang coding dan sistem informasi, tetapi juga tentang problema nyata yang dihadapi petani kami,” ujar Riski dengan antusiasme yang tinggi.
Sementara itu, Siti Nurfauziah, mahasiswa kelas XI dari Program Studi Agribisnis, menyukai pendekatan kolaboratif dalam penelitian ini. “Kami berkesempatan bertemu langsung dengan petani, memahami tantangan mereka, dan ikut merancang solusi. Ini berbeda dari pembelajaran teori di kelas. Ini lebih bermakna karena kami tahu hasil pekerjaan kami akan benar-benar digunakan,” kata Siti.
Partisipasi mahasiswa dalam program ini juga memberikan nilai tambah pada kurikulum SMK Nahdlatul Ulama. Mahasiswa yang terlibat akan mendapatkan kredit pembelajaran tambahan, sertifikat keikutsertaan dalam penelitian, dan kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal atau prosiding lokal maupun nasional. Beberapa mahasiswa bahkan sudah mulai mempersiapkan makalah untuk dipresentasikan di seminar-seminar akademik tingkat regional.
Dukungan Stakeholder dan Mitra
Keberhasilan program SAI 2026 juga didukung oleh komitmen dari berbagai stakeholder lokal. Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu telah menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kepala Dinas Pertanian, Ir. Bambang Suryono, M.P., dalam sambutannya pada acara peluncuran menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dengan dinas di tingkat lokal.
“Program ini sejalan dengan roadmap transformasi pertanian digital yang sedang kami kembangkan. Kami berharap hasil penelitian dari SMK Nahdlatul Ulama dapat menjadi blueprint untuk implementasi teknologi pertanian di seluruh Indramayu,” kata Ir. Bambang Suryono.
Selain itu, beberapa UMKM lokal seperti PT Mitra Tani Indramayu, Koperasi Pertanian Kelurahan Pekalangan, dan beberapa kelompok tani terpilih juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMK Nahdlatul Ulama. Melalui MoU ini, mitra-mitra tersebut berkomitmen untuk menyediakan lokasi pilot project, data lapangan, dan feedback selama proses penelitian berlangsung.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Kepala Sekolah SMK Nahdlatul Ulama mengekspresikan visi jangka panjangnya terkait dengan program penelitian ini. “Kami tidak hanya ingin menjadi sekolah yang menghasilkan lulusan terampil, tetapi juga sekolah yang berkontribusi aktif dalam inovasi dan pembangunan ekonomi lokal. Melalui Smart Agriculture Initiative ini, kami berharap dapat membuka jalan bagi SMK-SMK lain untuk melakukan hal serupa,” jelas Drs. H. Miftachul Munir.
Dampak yang diharapkan dari program ini sangat komprehensif. Secara teknis, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indramayu hingga 25-30 persen dalam waktu dua tahun ke depan melalui optimalisasi penggunaan input produksi. Secara sosial-ekonomi, program ini diharapkan dapat memberdayakan petani kecil dan UMKM melalui akses teknologi dan sistem informasi pasar yang lebih baik. Secara akademis, program ini akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memperkuat positioning SMK Nahdlatul Ulama sebagai institusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya itu, hasil penelitian ini juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk atau layanan yang dapat menghasilkan revenue bagi kampus. Beberapa hasil penelitian bahkan sudah dalam tahap diskusi untuk diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapatkan pendanaan lanjutan melalui Program Penelitian Keunggulan Sekolah Menengah Kejuruan.
Penutup
Peluncuran Smart Agriculture Initiative 2026 di SMK Nahdlatul Ulama Indramayu merupakan langkah signifikan dalam menunjukkan bagaimana institusi pendidikan kejuruan dapat menjadi agen perubahan dan inovasi di tingkat lokal. Dengan melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa, dukungan penuh dari pimpinan institusi, dan komitmen dari berbagai stakeholder lokal, program penelitian ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak nyata bagi pengembangan pertanian dan ekonomi lokal Indramayu.
Para peserta didik dan dosen di SMK Nahdlatul Ulama kini memiliki platform untuk menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan bukan hanya tentang keterampilan teknis semata, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap pemecahan masalah sosial dan ekonomi. Semangat inovasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh komunitas akademik SMK Nahdlatul Ulama menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut aktif dalam mengembangkan penelitian terapan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan rencana pelaksanaan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Smart Agriculture Initiative 2026 diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana sekolah kejuruan berkontribusi dalam transformasi digital dan peningkatan kesejahteraan petani di era modern ini.
—
[Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari acara peluncuran Smart Agriculture Initiative 2026 di SMK Nahdlatul Ulama Indramayu, 03 April 2026, serta wawancara dengan berbagai narasumber dari institusi, dinas terkait, dan peserta program.]