Indramayu – SMK Nahdlatul Ulama, institusi pendidikan vokasi terkemuka di Kabupaten Indramayu, telah meraih penghargaan signifikan berupa akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM). Pencapaian prestisius ini menjadi bukti nyata dari komitmen serius lembaga pendidikan dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan kejuruan guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di industri.
Proses akreditasi yang ditempuh SMK Nahdlatul Ulama selama lebih dari dua tahun telah melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap delapan standar nasional pendidikan. Mulai dari standar kompetensi lulusan, isi pendidikan, proses pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, hingga penilaian pendidikan. Setiap aspek diteliti secara mendalam oleh tim asesor independen yang ditugaskan langsung oleh BAN SM.
Hasil akreditasi yang ditetapkan pada tanggal 13 April 2026 ini menempatkan SMK Nahdlatul Ulama sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan berkualitas tinggi di wilayah Jawa Barat bagian utara. Pencapaian ini juga menjadi momentum penting bagi sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1987 ini untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pelayanan pendidikan.
### Latar Belakang dan Perjalanan Menuju Akreditasi A
SMK Nahdlatul Ulama, yang beralamat di Jalan Pendidikan Nomor 45, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama. Sekolah ini menawarkan lima program keahlian utama: Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Otomotif, Administrasi Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, serta Tata Busana.
Dengan lebih dari 1.200 siswa aktif dan didukung oleh 95 tenaga pendidik serta 40 tenaga kependidikan lainnya, SMK Nahdlatul Ulama terus mengembangkan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Keputusan untuk mengajukan akreditasi ulang pada tahun 2024 merupakan bagian dari strategi komprehensif manajemen sekolah untuk memastikan bahwa setiap aspek operasional telah memenuhi atau bahkan melampaui standar nasional.
“Kami memulai persiapan akreditasi sejak akhir tahun 2023 dengan melakukan audit internal secara menyeluruh,” ujar Drs. H. Mohammad Rifa’i, Kepala SMK Nahdlatul Ulama, dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada Senin (14 April 2026). “Tim manajemen kami membentuk satuan tugas khusus yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam setiap standar akreditasi.”
Proses persiapan yang matang ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, staf administrasi, hingga siswa dan orang tua. Setiap departemen diberikan tugas spesifik untuk menyiapkan dokumen pendukung, data empiris, dan bukti fisik yang diperlukan oleh asesor BAN SM.
### Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Pembelajaran
Salah satu keunggulan utama yang menjadi fokus SMK Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan mutu adalah peningkatan infrastruktur dan fasilitas pembelajaran. Dalam lima tahun terakhir, sekolah telah melakukan renovasi dan pengembangan sarana prasarana secara signifikan.
Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan telah dilengkapi dengan 120 unit komputer desktop terkini dan 30 unit laptop, ditambah dengan perangkat networking profesional seperti router, switch, dan server. Laboratorium ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan berbasis AI dan software pembelajaran simulasi Cisco Networking Academy yang terintegrasi langsung dengan kurikulum sekolah.
“Investasi dalam fasilitas laboratorium bukan sekadar menambah jumlah peralatan, tetapi memastikan bahwa siswa kami memiliki akses ke teknologi yang sama digunakan oleh industri,” ungkap Ir. Bambang Suryanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, saat menunjukkan ruang praktik teknik otomotif yang baru direnovasi.
Laboratorium Teknik Otomotif kini dilengkapi dengan 15 unit kendaraan uji coba dari berbagai merek dan generasi mesin, bengkel lengkap dengan peralatan diagnostik otomotif digital, engine stand, transmission stand, dan suspension testing equipment. Fasilitas ini menjadi salah satu yang terlengkap di tingkat SMK se-Jawa Barat dan telah diakui oleh industri otomotif lokal.
Sementara itu, ruang praktik Tata Busana telah diperbarui dengan 50 unit mesin jahit merek internasional, cutting table berstandar industri, dan sistem pencahayaan studio yang memenuhi standar fotografi profesional. Program Bisnis Daring dan Pemasaran juga didukung oleh sebuah studio media sosial yang dilengkapi peralatan broadcasting profesional, studio fotografi, dan laboratorium e-commerce.
### Kurikulum Berbasis Kompetensi Industri
Selain infrastruktur, pengembangan kurikulum juga menjadi fokus utama dalam proses peningkatan mutu. SMK Nahdlatul Ulama telah mengadaptasi Kurikulum Merdeka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan tetap mempertahankan relevansi terhadap kebutuhan industri lokal dan nasional.
“Kami melakukan studi lapangan dan focus group discussion dengan lebih dari 200 perusahaan mitra industri untuk memastikan kurikulum kami selaras dengan skill yang dibutuhkan tenaga kerja modern,” jelas Hj. Siti Nurhaliza, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri bukan hanya dalam pengembangan kurikulum, tetapi juga dalam pelaksanaan pembelajaran. SMK Nahdlatul Ulama telah menjalin kerjasama dengan 127 perusahaan untuk program prakerin (praktik kerja industri), magang berkelanjutan, dan proyek pembelajaran berbasis pekerjaan nyata.
Sebagai contoh, siswa kelas XI dan XII program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan mendapatkan kesempatan untuk bekerja pada proyek nyata bersama PT Telkom Indonesia, PT Indonesia Digital, dan berbagai perusahaan IT lokal. Sementara siswa Teknik Otomotif magang di bengkel resmi Honda, Toyota, Daihatsu, dan Hyundai di area Indramayu.
### Pengembangan Kompetensi Pendidik
Untuk menghasilkan lulusan berkualitas, SMK Nahdlatul Ulama juga memprioritaskan pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Setiap guru kejuruan diwajibkan mengikuti pelatihan refreshing skill minimal satu kali setahun, mengikuti sertifikasi internasional relevan dengan bidangnya, dan melakukan studi banding ke perusahaan industri mitra.
“Kami percaya bahwa guru yang kompeten dan terus berkembang adalah kunci menghasilkan siswa yang berkualitas,” ujar Drs. H. Mohammad Rifa’i. “Dalam tiga tahun terakhir, kami telah mengirimkan 85 guru untuk mengikuti pelatihan di industri, 40 guru mengikuti sertifikasi internasional seperti Cisco, CompTIA, dan AutoCAD, serta 60 guru mengikuti workshop dan seminar pendidikan vokasi.”
Program pengembangan guru ini didukung melalui alokasi anggaran khusus yang tertuang dalam RKAS (Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah). Bahkan, sekolah juga memberikan insentif finansial bagi guru yang berhasil meraih sertifikasi internasional atau mempublikasikan hasil penelitian di jurnal pendidikan terakreditasi.
### Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Komitmen terhadap mutu pendidikan juga tercermin dalam prestasi siswa yang konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Dalam Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Pengetahuan Umum pada 2025, rata-rata nilai siswa SMK Nahdlatul Ulama mencapai 72,5 – jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 65,2.
Lebih impressive lagi, tingkat kelulusan praktik kejuruan (Ujian Kompetensi Keahlian/UKK) mencapai 96,8%, dengan 78% siswa meraih nilai A (Sangat Kompeten) dan selebihnya nilai B (Kompeten). Pencapaian ini menunjukkan bahwa siswa SMK Nahdlatul Ulama telah menguasai kompetensi praktis sesuai dengan standar industri.
Prestasi non-akademik juga tidak tertinggal. Dalam 12 bulan terakhir (April 2025-April 2026), siswa dan tim SMK Nahdlatul Ulama telah meraih 43 penghargaan di tingkat provinsi dan nasional, mulai dari kompetisi robotika, lomba presentasi bisnis digital, kompetisi fashion design, hingga kompetisi technical skill di bidang otomotif.
“Prestasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan standar,” kata Ibu Siti Nurhaliza yang juga bertugas sebagai koordinator pembina ekstrakurikuler.
### Dampak Akreditasi A terhadap Pengembangan Sekolah
Peraihan akreditasi A membawa dampak positif yang signifikan bagi SMK Nahdlatul Ulama. Pertama, dari perspektif reputasi dan kepercayaan publik. Status akreditasi A menjadi bukti independen bahwa sekolah telah memenuhi standar kualitas nasional, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan orang tua, siswa calon daftar, dan dunia industri.
“Sejak pengumuman akreditasi A dua minggu lalu, kami telah menerima 456 pendaftaran untuk tahun ajaran 2026-2027. Angka ini meningkat 35% dibandingkan periode pendaftaran tahun lalu,” ungkap Drs. Agus Setiawan, Kepala Tata Usaha SMK Nahdlatul Ulama.
Kedua, akreditasi A membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses berbagai program dan bantuan pendidikan dari pemerintah. Misalnya, sekolah dapat mengajukan diri sebagai mitra dalam program peningkatan kapasitas guru dari Kementerian Pendidikan, atau sebagai lokasi uji coba untuk pengembangan kurikulum dan model pembelajaran inovatif.
Ketiga, status akreditasi ini juga meningkatkan kredibilitas sekolah di mata mitra industri dan lembaga sertifikasi internasional. Beberapa perusahaan multinasional telah mengajukan proposal kepada SMK Nahdlatul Ulama untuk membuka training center dan certification center di sekolah.
“Kami sedang melakukan negosiasi dengan Cisco Systems untuk membuka Cisco Networking Academy di SMK kami, dan juga dengan Autodesk untuk membuka Authorized Training Center,” ungkap Ir. Bambang Suryanto dengan antusiasme tinggi.
### Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meskipun telah meraih akreditasi A, pihak manajemen sekolah tetap realistis akan tantangan yang masih dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah sustainability – mempertahankan dan terus meningkatkan standar kualitas yang telah dicapai.
“Akreditasi A bukan finish line, tetapi milestone dalam perjalanan panjang kami menuju keunggulan pendidikan,” tegas Kepala Sekolah Drs. H. Mohammad Rifa’i. “Kami harus terus berinovasi, beradaptasi dengan perubahan industri, dan memastikan setiap aspek operasional tetap relevan dan berkualitas.”
Untuk memastikan hal ini, sekolah telah merumuskan rencana strategis lima tahun ke depan (2026-2031) yang mencakup: (1) peningkatan persentase guru bersertifikat internasional menjadi minimal 70% pada 2031; (2) pengembangan dua program keahlian baru yang sesuai tren industri masa depan (Smart Agriculture dan Renewable Energy); (3) pembangunan asrama siswa dan fasilitas olahraga berstandar internasional; (4) peningkatan keterlibatan siswa dalam kompetisi dan program pertukaran siswa dengan sekolah sejenis di Asia Tenggara.
“Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan inklusivitas pendidikan. Target kami adalah tahun 2028, minimal 15% siswa kami berasal dari keluarga kurang mampu yang mendapat beasiswa penuh,” tambah Kepala Sekolah.
### Apresiasi Stakeholder
Pencapaian akreditasi A ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, LPMP Jawa Barat, Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama, orang tua siswa, guru-guru, siswa sendiri, dan mitra industri telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung perjalanan peningkatan mutu SMK Nahdlatul Ulama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Akreditasi A adalah hasil kolaborasi dan kerja keras bersama,” ungkap Drs. H. Mohammad Rifa’i dalam acara pengumuman resmi akreditasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Ade Suryaman, M.M., pada Rabu (16 April 2026).
Kepala Dinas Pendidikan sendiri memberikan apresiasi tinggi atas capaian SMK Nahdlatul Ulama. “Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain